Fasilitas Pertamina Terbakar Lagi, Mulyanto: Erick Thohir Kemana Saja?

Fasilitas Pertamina Terbakar Lagi, Mulyanto: Erick Thohir Kemana Saja?
RIAUMANDIRI.CO - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menganggap Pemerintah telah gagal menata manajemen risiko di PT Pertamina dengan terbakarnya lagi fasilitas operasi bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina.

Empat fasilitas operasi BBM Pertamina meledak secara beruntun dalam kurun satu bulan. Mulai dari kebakaran Depo BBM Plumpang yang menewaskan lebih dari 25 orang warga, ledakan kapal angkut BBM di Mataram, ledakan kilang BBM Dumai Riau dan terbaru kebakaran booster BBM Pertamina di Banyuasin, Sumatera Selatan.

"Pemerintah sudah pekak telinga dan tidak mau dengar suara rakyat. Empat fasilitas operasi BBM Pertamina meledak secara beruntun dalam kurun satu bulan itu membuktikan tidak ada evaluasi dan perbaikan dalam manajemen risiko Pertamina," tegas Mulyanto kepada media ini, Selasa (18/4/2023).

Wakil Ketua FPKS DPR RI ini mempertanyakan peran Menteri BUMN Erick Thohir dalam mengawasi kinerja Pertamina yang menjadi tanggung jawabnya.

Menurut Mulyanto, Erick Thohir harusnya malu dengan serangkaian kejadian di Pertamina yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Ia harusnya fokus menyelesaikan masalah besar ini bukan malah sibuk kampanye menjadi capres atau sibuk dengan urusan sepak bola.

"Menteri Erick kemana saja? Persoalan Pertamina sudah sedemikian parah bukannya fokus mengawasi ini malah urus yang lain. Bagaimana Pertamina mau bersaing dengan perusahaan minyak dunia kalau manajemen risikonya masih amburadul seperti ini,” singgung Mulyanto.

Mulyanto mendesak Menteri BUMN secara intensif memonitor dan mengevaluasi kinerja pertamina wabil khusus terkait dengan manajemen risiko.

Erick harus membuat target perbaikan yang jelas. Bila target tersebut tidak tercapai harus ada pihak yang bertanggung jawab. Bila perlu Erick Thohir sendiri yang harus mengundurkan diri karena gagal memperbaiki Pertamina.

"Apakah ET terlalu sibuk ngurus PSSI dan kampanye bacapres sehingga lupa statusnya masih menjadi Menteri BUMN?" sindir Mulyanto. (*)



Tags Pertamina