Maroko Tolak Wisatawan Asal Cina Akibat Covid-19

Maroko Tolak Wisatawan Asal Cina Akibat Covid-19

RIAUMANDIRI.CO-- Semakin meningkatnya kasus Covid-19 akhir-akhir ini di Chine membuat Maroko menolak semua wisatawan dari Tirai Bambu tersebut.Aturan itu mulai berlaku per hari ini, Selasa (3/12).

"[Aturan ini akan efektif pada 3 Januari] untuk mencegah gelombang [Covid-19] baru di Maroko dan semua dampaknya," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Maroko, seperti dikutip AFP.

Kemlu tak memberi rincian sampai kapan aturan itu diterapkan. Mereka hanya menyebut kebijakan tersebut berlaku hingga ada pemberitahuan selanjutnya.


Tak hanya Maroko, negara lain juga menerapkan aturan pembatasan terhadap pendatang dari China.

Amerika Serikat misalnya, mulai 5 Januari mewajibkan tes negatif Covid-19 bagi pendatang China yang dilakukan dua hari sebelum terbang.

Selain AS, Jepang juga menerapkan hal serupa. Bagi pengunjung yang bepergian dari China dan masuk ke negara itu harus menyerahkan bukti negatif Covid-19.

Bagi pengunjung dengan hasil tes positif akan dikarantina selama tujuh hari di fasilitas tertentu. Selain itu, Jepang juga bakal membatasi penerbangan dari China.

Belakangan ini, China tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19. Pada Senin, kasus harian di China bertambah 4.833 dan angka kematian harian 3 jiwa. Sementara itu, rata-rata kasus dalam sepekan 5.307.

Berdasarkan catatan rapat yang bocor ke media, sebanyak 250 juta penduduk diduga terinfeksi Covid-19 pada 20 hari pertama di Desember.

Namun, Komisi Kesehatan Nasional (National Health Commission/NHC) merilis angka yang berbeda. Menurut mereka, selama 20 hari pertama di Desember jumlah kasus di Negeri Tirai Bambu tercatat 62.592 kasus.