Rusia Tingkatkan Produksi Persenjataan Canggih

Rusia Tingkatkan Produksi Persenjataan Canggih

RIAUMANDIRI.CO - Rusia meningkatkan upaya memproduksi persenjataan canggih bagi militernya guna menghalangi negara-negara Barat yang mendukung Kiev dalam pertarungannya dengan Moskow. 

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengungkapkan hal itu pada Minggu (11/12/2022). Komentarnya tampaknya merupakan tanggapan terhadap Kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Aleksey Danilov yang mengklaim pada Sabtu bahwa Kiev tidak mengesampingkan serangan di dalam Rusia. 

Dia menambahkan, musuhnya menduduki wilayah yang terbentang di mana-mana dari bekas wilayah Ukraina yang memilih bergabung Rusia hingga ke kota Vladivostok di pantai Pasifik.  


Menulis di Telegram, Medvedev yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, mengklaim "musuh" Moskow tidak hanya di Kiev, tetapi juga di Eropa, Amerika Utara, dan sejumlah "lokasi lain yang bersekutu dengan Nazi kontemporer.” “Oleh karena itu, kami meningkatkan produksi senjata dan amunisi paling kuat. 

Termasuk yang berdasarkan prinsip-prinsip baru,” ungkap mantan presiden itu. Komentar Medvedev muncul setelah The Times, mengutip sumber pertahanan AS, melaporkan pada Jumat bahwa Pentagon telah mengizinkan Kiev melakukan serangan jarak jauh di dalam wilayah Rusia. 

 Awal bulan ini, Ukraina melancarkan serangan di dua pangkalan udara Rusia di Wilayah Ryazan dan Saratov. Keduanya beberapa ratus kilometer dari wilayah yang dikuasai Kiev, menggunakan sejumlah drone “buatan Soviet”, menurut Kementerian Pertahanan Rusia. 

Pada September, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova memperingatkan Washington bahwa jika AS memberikan senjata jarak jauh kepada Kiev, ini akan melewati "garis merah" dan menjadikan Amerika "pihak langsung dalam konflik." Pada akhir November, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengumumkan Moskow akan meningkatkan belanja pertahanan secara signifikan. 

Shoigu menjelaskan, perintah pertahanan negara Rusia akan meningkat hampir 50% tahun depan. Dia menambahkan penekanan khusus akan diberikan pada sistem artileri dan rudal. 

Pada September, Presiden Rusia Vladimir Putin mencatat “hampir semua stok dari persenjataan NATO dilemparkan untuk mendukung rezim Kiev.” Dia menambahkan, bagaimanapun, “Peralatan Rusia bekerja dengan baik dalam pertempuran dengan senjata Barat.”. (Sindo)