Fahri Hamzah Dorong Gerakan 'Koin Untuk Lombok'

Rabu, 08 Agustus 2018

Fahri Hamzah kunjungi korban gempa Lombok,

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat mengunjungi lokasi gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (8/8) menyebutkan bahwa dia akan mendorong gerakan 'Koin Untuk Lombok' guna me-recovery korban gempa di daerah pemilihannya itu.

"Saya bersama rekan-rekan sedang mendorong gerakan 'Koin Untuk Lombok', yaitu  gerakan solidaritas nasional untuk recovery korban gempa Lombok. Ini mesti menjadi gerakan nasional. Saya perhatikan respon masyarakat sipil luar biasa," terang Fahri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/8).

Dijelaskan Fahri, yang paling penting dilakukan dari rencana-rencana recovery itu adalah evakuasi korban. Menangani pengungsi itu menjadi prioritas utama.

"Bangunan hanyalah benda mati. Tapi manusia ini bernyawa. Mereka adalah prioritas kita. Gempa ini menimbulkan luka, bukan luka yang biasa. Ini luka yang dalam. Jadi mari bersama dalam gerakan 'Koin untuk Lombok' ini," ajak Fahri Hamzah.

Saat menyerahkan bantuan tahap tiga untuk korban bencana gempa Lombok bersama para relawan itu, Fahri Hamzah berkesampatan melakukan inspeksi ke Posko Darurat gempa TNI di Kabupeten Lombok Utara.

Di posko darurat gempa milik TNI, Fahri melihat langsung kesediaan logistik, juga pendistribusiannya bagi korban gempa yang dilakukan oleh para relawan. Selain itu, dirinya juga ingin mengetahui langsung laporan dari posko mengenai korban gempa yang sudah ditemukan dan yang masih dalam pencarian.

"Saya ingin mengetahui korban yang sudah ditemukan, dan yang hilang. Termasuk yang meninggal dunia sampai saat ini," ucap politisi dari PKS itu.

Menurut Fahri, informasi yang diperolehnya langsung dari posko darurat gempa TNI ini sangat penting. Apalagi, dilaporkan hingga saat ini jumlah korban yang meninggal dunia sudan mencapa 162 orang.

"Ini penting. Karena di koran-koran disebut jumlah korban yang meninggal dunia 100 orang. Nah, dari informasi yang saya peroleh dari posko ternyata jumlahnya sudah 162 orang yang meninggal," jelasnya.

Fahri menjelaskan, penanganan bencana gempa Lombok memerlukan penanganan khusus, seperti penanganan bencana tsunasi di Aceh, karena masif dimana rumah penduduk dan insrastrukstur semuanya hilang.

"Maka yang dibangun itu, seperti membangun kota baru. Dan ini memerlukan partisipasi semua pihak termasuk dunia internasional," terangnya.

Bahkan, Fahri melihat penanganan pasca gempa Lombok, tidak bisa ditangani secara biroktaris, tetapi perlu dibentuk satu lembaga yang bisa menampung dan menangani semuanya, mulai dari hulu sampai hilir. Lombok pasca gempa ini, menurut dia memerlukan penanganan yang lebih masif dari pemerintah pusat.

"Itu yang akan saya usulkan nanti. Presiden membuat lembaga seperti BRR Aceh dulu waktu pasca Tsunami itu. Itu yang saya sedang pikirkan setelah identifikasi. Tadi kan yang meninggal saja, setelah dihitung-hitung bisa mendekati angka 200, belum lagi yang di atas 500 yang masih dirawat. Begitu juga rumah mereka hampir semua hancur, artinya mereka nanti tinggal di rumah yang baru. Ini yang akan saya sampaikan kepada presiden," tutupnya.

Reporter: Syafril Amir