Tuntut HGU PT SAI Diukur Ulang

Kamis, 23 Maret 2017

PASIR PENGARAIAN (riaumandiri.co) - Aliansi Gerakan Anak Negeri Riau (GANRI) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Peternakan dan Perkebunan Rohul. Mereka menuntut agar lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Sawit Asahan Indah (SAI) diukur ulang, Rabu (22/3).
 
Dalam selebarannya pengunjuk rasa menuntut empat hal, yakni, Pertama, mendesak Kapolres Rohul dan instansi terkait agar melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan penyalahgunaan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan HGU, beserta kasus pelanggaran pengelolaan limbah yang terjadi di PT SAI.
 
Kedua, mendesak Kapolres Rohul dan instansi terkait agar melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan penyalah gunaan izin HGU Koperasi Unit Desa (KUD) Tumiang Raya yang diduga tidak sesuai dengan izin wilayah operasional HGU yang telah diterbitkan, dan mendesak pihak terkait untuk mengusut duga pelanggaran kesepakatan kerjasama antara PT SAI dengan mitra Koperasi masyarakat.
 
Ketiga meminta Kapolres Rohul, memeriksa PT SAI tentang penyerapan tenaga kerja lokal, apakah sudah sesuai dengan undang undang. Terakhir meminta Kapolres Rohul memeriksa timbangan PT SAI karena terindikasi tidak sesuai dengan tera.
 
Usai aksi, Ziaul selaku kor dinator aksi kepada Haluan Riau, menjelaskan, desakan penyelidikan dan penyidikan kepada Kapolres Rohul, karena diduga kuat, HGU milik PT SAI berada di Kecamatan Kunto Darussalam. Sementara realisasi di lapangan perkebunannya di bangun di Kecamatan Rambah Samo. Itupun terindikasi masuk dalam kawasan HPT.
 
“Jadi, kami meminta Kapolres Rohul dan pihak terkait supaya mengusut kasus ini. Aksi ini kami buat dengan penuh tanggung jawab sebagai rasa peduli kami sebagai anak negeri yang rindu akan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Riau dengan harapan aspirasi ini dapat ditindaklanjuti hingga tuntas sampai ke akar-akarnya,” harap Ziaul.
 
Dalam aksinya, GANRI sempat menyuarakan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kabupaten Rohul, melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan Rohul. Karena saat menyampaikan aspirasi, tak satupun pejabat instansi Dinas ini menemui mereka. Yang terlihat di pintu masuk hanya beberapa pegawai berpakaian hitam putih.
 
“Kami kecewa, karena pada jam kerja (pukul 15.00 wib) pejabatnya tidak berada di kantor," tegas Al Husaini.
Pantauan Haluan Riau, meski tak ada pejabat yang menemui GANRI, aksi berjalan lancar, tidak ada anarkis dengan pengawalan sejumlah personel Kepolisian berpakaian sipil dari Polres Rohul.
 
Sementara itu, manajemen perusahaan PT SAI, melalui Dede, saat dihubungi melalui telpon selulernya tidak merespon. Demikian juga ketika dikirimi pesan pendek konfirmasi soal keabsahan legalitas perkebunannya juga tidak ada tanggapan.