Tensi Masyarakat Harus Diredam

Kamis, 26 November 2015

Bupati Achmad memberikan bonus kepada kafilah Rohul yang berhasil meraih juara umum di MTQ ke-34 tingkat Riau, Senin (23/11) di Masjid Agung Madani Islamic Center.

PASIR PENGARAIAN (HR)-Komisi Pemilihan Umum, Pengawas Pemilu, Polri dan TNI harus bisa meredam tensi masyarakat menjelang hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah Rohul yang akan digelar 9 Desember mendatang.

Hal ini ditegaskan Bupati Rohul Achmad saat membuka Rapat Koordinasi Pemantapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tingkat Kabupaten Rohul, Selasa (24/11).

"Semakin ke ujung akan semakin panas. Pasalnya para tim sukses dari pasangan masing-masing calon akan berupaya mengambil hati masyarakat. Tentunya menjelang hari H itu, tensinya makin panas. Saat panas tersebutlah KPU dan tim Gakumdu bisa menenangkan atau mendinginkan," katanya.

Dalam kondisi yang semakin panas ini, katanya, tentu perlu kinerja yang ekstra baik itu KPU dan Panwas. Pasalnya, semakin mendekati hari H tentunya semakin banyak upaya yang dilakukan paslon, baik itu politik uang dan lainnya.

Untuk itulah, Bupati Achmad berharap kepada KPU dan Panwas gencar dalam memberikan sosialisasi bahaya money politic ini. Pasalnya dengan adanya politik uang tentunya akan mencederai Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

"Saya melihat KPU kurang mensosialisasikan bahaya money politic. Pasalnya baliho ataupun spanduk masih jarang terlihat mengenai bahaya politik uang ini. Padahal ini sangat penting di sosialisasikan," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, hukuman dari transaksi money politic ini cukup berat, yakni hukuman penjara selama dua tahun. Hal ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas.

Bukan hanya bahaya money politic saja yang perlu diperhatikan. KPU, tambah Achmad, juga harus bisa melihat situasi cuaca yang sangat mempengaruhi proses pencoblosan oleh masyarakat. Desember mendatang, cuaca mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Bila curah hujan tinggi, tentunya akan berdampak pada bencana banjir.

"Rohul sendiri merupakan kabupaten yang rawan akan banjir. Untuk itulah perlu adanya pertimbangan dan antisipasi bencana banjir tersebut. Kalau seandainya Tempat pemungutan suara (TPS) rentan banjir mungkin KPU bisa memindahkannya. Ini juga menjadi hal serius dalam mensukseskan pilkada Rohul," tuturnya.

Sukses atau tidaknya pilkada tersebut bisa dilihat dari peserta pemilihan yang datang ke TPS-TPS. Apakah peserta tersebut banyak ataukah sedikit.

"Untuk itulah, tugas mensukseskan pilkada Rohul menjadi pilkada terbaik di Riau bahkan Nasional merupakan tugas bersama," tutupnya.(adv/humas)