DPPKP Bangun Sumur Bor di Sentra Pertanian

Senin, 21 September 2015

Yulian Norwis

SELATPANJANG (HR)-Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti Yulian Norwis, mengungkapkan pihaknya mulai tahun depan akan merencanakan membangun sumur bor.
Sumur bor menjadi sebuah kebutuhan vital untuk mendukung suksesnya program pemerintah dalam meningkatkan produksi Padi, Jagung dan Kedele di Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Sejauh ini kita sudah melakukan berbagai terobosan untuk peningkatan produksi PAJALE dimaksud, tapi faktor musim menjadi kendala yang tidak bisa diatasi. Untuk tidak menghambat program itu, pihaknya mulai tahun depan akan mengusulkan pembangunan sumur bor di lokasi-lokasi pertanian.
Mudah-mudahan usulan ini diakomodir dan dapat dilaksanakan oleh instansi teknis nantinya. Sehingga persoalan air untuk mengairi lahan persawahan atau pertanian tanaman lainnya bisa terlaksana dengan baik,"ungkap Kadis PPKP Yulian Norwis, akrab disapa Icut itu kepada Haluan Riau di Selatpanjang Senin kemarin.
Icut mengatakan, para petani saat ini cukup kewalahan dengan perubahan musim yang terjadi saat ini. Sebab menurut tradisi pada bulan September bahkan menjelang akhir Agustus hujan sudah mulai turun.
Namun saat ini sudah hampir mengakhiri bulan September, hujan baru turun sekali saja. Dan jika hujan tidak berlangsung terus maka rencana penanaman juga akan mengalami gangguan.
Dan situasi ini membuat para petani sedikit ciut, sebab jika toh dilakukan penananaman tapi langsung menghadapi musim kering lagi, maka bibit padi atau bibit jagung maupun kedele akan tetap tidak tumbuh. Dan kalaupun tumbuh maka perkembangannya tidak akan sempurna.
Mengantisipasi kondisi inilah pihaknya berfikir bagaimana upaya mengatasinya. Maka salah satu solusi yang masuk di akal hanya dengan menyediakan sumber air melalui pembangunan sumur bor.
Diungkapkannya, pihaknya sudah membuka lahan tanaman padi dan juga tanaman palawija lainnya di berbagai tempat di Meranti.
Bahkan untuk meningkatkan produksi padi atau beras tersebut mereka juga melakukan pembangunan sarana irigasi di sentra-sentra pertanian tanaman padi. Program yang didukung dari dana APBN itupun saat ini sudah rampung.
Dan rencananya September ini mulai dilakukan penanaman padi serentak, tapi terganggu oleh musim kemarau yang berkepanjangan ini. Dan sebenarnya kalau hujan sudah turun maka jaringan irigasi itu juga sudah bisa dioperasikan,”katanya lagi.
Ditambahkannya, selain untuk membangun sumur bor, pihaknya juga akan mengkaji penggalian parit di tengah sawah yang jika musim hujan akan terisi penuh air hujan, dan ini bisa difung-sikan sebagai sumber air yang akan dipompakan ke lahan.
Yang pasti sebut Icut, pihaknya akan terus berinovasi untuk mendukung peningkatan produksi hasil pertanian masyarakat. Dan pihaknya hanya berharap kepada seluruh petani dan kelompoknya agar rajin bercocok tanam dengan demikian usaha pertanian masyarakat akan terus berkembang.
"Pemerintah pusat provinsi dan daerah akan terus bersinergi untuk memberikan bantuan apapun yang dibutuhkan para petani,”sebut Icut.(jos)