Laporan Langsung Nurmadi dari Makkah

Jutaan Calon Haji dari Penjuru Dunia Mulai Padati Makkah

Foto: RMC/Nurmadi

RIAUMANDIRI.CO, MAKKAH - Jutaan jamaah calon haji (JCH) dari seluruh penjuru dunia mulai memadati Kota Makkah, dan melaksanakan ibadah di Masjidil Haram. Salah satu ibadah yang dijalani sebelum masuk ibadah wajib haji yakni umrah, ataupun menjalani ibadah tanah di Kabah.

Ibadah yang dijalani selain salat wajib lima waktu sehari semalam, jutaan JCH langsung mengelilingi Kabah sebanyak tujung keliling atau disebut dengan tawaf. Sambil membaca doa-doa tawaf dimana setiap satu kali putaran ada doa yang dibaca, dan juga berzikir. Termasuk mencium batu hajarul aswad, yang ada di Kabah bagi yang bisa menyentuh dan menciumnya.

Cuaca panas terik di Makkah yang mencapai 41-42 derjat, tidak menjadi halangan bagi JCH untuk beribadah di Kabah menjalani tawaf. Di tengah teriknya matahari jamaah melaksanakan salat wajib zuhur dan ashar. Dan di saat memasuki salat maghrib barulah suhu berkurang hingga mencapai 37 derjat. 

Salah seorang JCH Riau asal Kampar, Ali, seperti dilaporkan Nurmadi, wartawan Riaumandiri.co, langsung dari Makkah, menceritakan dirinya sudah berusaha untuk bisa sampai ke hajarul aswad. Namun karena padatnya dan saling dorong antar jamaah, membuat dirinya gagal untuk mencium hajarul aswad. Dari putaran pertama sampai putaran ketujuh, dirinya sudah berangsur mendekati hajarul aswad, namun tidak berhasil.

“Saya sudah hampir sampai ke dinding Kabah untuk mencium hajarul aswad, tapi gagal dorongan dari jamaah membuat saya tak mampu mencapainya. Walaupun gagal saya selalu mengucapkan alhamdulillah, sudah sampai ke tanah suci untuk memenuhi panggilan Allah, memenuhi rukun Islam. Insya Allah saya akan mencoba lagi,” kata Ali usai melaksanakan tawaf.

Bagi jamaah yang telah melaksanakan tawaf, dilanjutkan dengan salat sunat tawaf, atau berada di dekat makam Nabi Ibrahim maupun di belakang dengan menghadap ke makam Nabi Ibrahim AS. Setelah tawaf, jutaan umat muslim dari seluruh penjuru dunia, melaksanakan ibadah lainnya yakni sa’i. Dengan menjalani ibadah, mendaki bukit Safa dan Marwa, dan sebaliknya dari Marwa ke Safa sebanyak 7 kali. 

Banyak dari jamaah dalam menjalani Sa’i menyempatkan diri berdoa di bukit Safa. Bukit yang masih asri di dalam Masjidil haram ini dipagar oleh pihak pemerintahan Arab Saudi. Hal ini agar tidak menimbulkan sirik bagi jamaah, yang mengagungkan bebatuan bahkan ada yang menciumnya.

“Inilah bukit safa, dan dipagar. Ini dilakukan agar jamaah tidak mencium maupun mengagungkan batu ini. Cukup dengan berdoa saja, dan melanjutkan ibadah lainnya,” kata pembimbing Haji Riau, Herman Gani, di sela-sela Sa’i. 

Usai Sa’i, jamaah melaksanakan salat sunat Sa’i dan dilanjutkan dengan Tahalul, atau memotong sebagian rambut, dan membatalkan Ihram yang telah dipakai, di saat menjalani ibadah umrah. 

“Hampir semua jamaah kita melaksanakan tawaf, sai, tahalul kecuali yang kebetulan mengalami haid. Maka tawafnya dimulai beberapa hari ke depan setelah bersuci. Diperkirakan tinggal di mekkah 22 hari sedangkan di madinah 9 hari. Menjelang persiapan wukuf, jamaah bisa mengintensifkan beribadah di masjidil haram,” kata ketua kloter Kampar dan Pekanbaru, Agus. 


Reporter: Nurmadi


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar