Bertemu Menhan Prancis di Paris, Prabowo Disambut Upacara Penghormatan Militer

Senin, 13 Januari 2020 - 22:28 WIB
Menhan Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Menhan Prancis, Florence Parly.

RIAUMANDIRI.ID, PARIS – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Menhan Prancis, Florence Parly. Prabowo dan Parly membahas langkah untuk mempererat kerja sama pertahanan kedua negara dan upaya memajukan industri pertahanan Indonesia. 

Pertemuan itu digelar di kantor Kementerian Pertahan Prancis di Paris, Senin (13/1/2020) WIB. Prabowo yang didampingi Dubes RI untuk Prancis, Arrmanatha Christiawan Nasir, dan lainnya disambut hangat oleh Menhan Prancis dan pejabat Kemhan Prancis. Prabowo menerima upacara penghormatan militer mengawali pertemuan itu.

"Saya mencatat bahwa sebagai dua mitra strategis, Indonesia-Prancis selama ini memiliki kerja sama pertahanan yang baik. Indonesia ingin terus tingkatkan kerja sama pertahanan, khususnya di bidang yang dapat perkuat alutsista TNI dan memajukan industri pertahanan Indonesia," kata Prabowo dalam pertemuan itu seperti dalam siaran pers KBRI Prancis.

Sementara, Dubes RI untuk Prancis, Arrmanatha Christiawan Nasir menjelaskan peluang meningkatkan kerja sama pertahanan kedua negara masih terbuka lebar. Hal ini mengingat kedua negara memiliki hubungan bilateral yang baik dan kebijakan polugri yang independen.

Dalam pertemuan yang berlangsung terbuka dan interaktif, lanjut pria yang akrab disapa Tata itu, kedua Menhan sepakat menguatkan kerja sama pertahanan yang akan dituangkan dalam bentuk perjanjian kerja sama bidang pertahanan atau defense cooperation agreement (DCA). Untuk itu, kedua Menhan mendorong agar DCA dapat segera diselesaikan pada tahun ini sebagai framework kerja sama pertahanan ke depan. 

Beberapa isu yang menjadi perhatian untuk DCA termasuk kerja sama pelatihan dan pendidikan, pengembangan industri pertahanan, bidang sains dan teknologi industri pertahanan, intelijen pertahanan, peacekeeping operations, serta misi kemanusiaan saat bencana, dan counter-terorism.

"Prancis sebagai negara yang memiliki industri pertahanan yang maju, dapat menjadi mitra strategis dalam upaya Indonesia memperkuat alutsista TNI serta mengakselerasi pengembangan industri pertahanan nasional. Langkah ini akan mendukung upaya menjadikan industri pertahanan nasional sebagai bagian dari global production chain. Dalam konteks inilah Menhan RI memberi perhatian khusus pada pengembangan industri pertahanan saat membahas kerja sama pertahanan kedua negara ke depan dengan Menhan Prancis," sebut Tata.

Selama kunjungan di Paris 11-13 Januari, Prabowo juga telah melakukan serangkaian pertemuan dengan perusahaan industri pertahanan di bidang pesawat tempur, kapal, radar dan sistem avionic, serta amunisi. 

Dalam pertemuan tersebut, kalangan industri pertahanan Prancis diharapkan dapat bekerja sama dalam mengakselerasi kemajuan industri pertahanan Indonesia serta penguatan sistem alutsista TNI melalui transfer teknologi, peningkatan penggunaan kandungan lokal dan peningkatan kapasitas SDM. 

Prabowo menegaskan Indonesia siap berkolaborasi dan bekerja sama dengan perusahaan industri Prancis agar dapat menjadikan industri pertahanan Indonesia menjadi bagian dari global production chain produk alutsista.

Untuk diketahui, kerja sama pertahanan kedua negara terus menguat. Pada tahun 2017, kedua negara menyepakati Letter of Intent (LoI) atau Pernyataan Kehendak untuk peningkatan kerja sama pertahanan termasuk kerja sama kelautan dan keamanan maritim. 

Sejak tahun 2013, Indonesia dan Prancis telah memiliki forum Dialog Pertahanan Indonesia-Prancis (Indonesia-France Defense Dialogue/IFDD) yang diselenggarakan setiap tahun. Melalui Dialog tersebut, fokus area kerja sama dan pembahasan meliputi bidang seperti pelatihan dan pendidikan, saling kunjung, dan counter-terorism.

Kunjungan Menhan RI ke Prancis Januari 2020 ini merupakan pertemuan pertama tingkat tinggi yang mengawali rangkaian kegiatan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara khususnya di bidang pertahanan.

Editor: Nandra F Piliang

Tags

Terkini

Terpopuler