Foto Viral Habibie dan Pesawat Kertas, Siapa Pemilik Aslinya?

Kamis, 12 September 2019 - 12:42 WIB
BJ Habibie dengan pesawat kertas, yang difoto oleh fotografer Republika Edwin Dwi Putranto (republika.co.id)

RIAUMANDIRI.CO - Berpulangnya Presiden Ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie, menjadi kehilangan besar bagi bangsa ini. Duka cita mendalam disampikan banyak tokoh termasuk Presiden Joko Widodo.

Tak hanya secara lisan, kartu digital ucapan duka cita pun menyebar dimana-mana. Platform media sosial menjadi kanal penting yang mendistribusi kartu digital tersebut. Iklan duka cita pun bertebaran di media massa dari banyak korporasi. Media-media bergerak menampilkan desain terbaik untuk menyebarkan informasi berpulangnya Habibie.

Yang menarik, ada satu foto pose Habibie yang banyak sekali digunakan untuk ilustrasi kartu digital, ilustrasi berita di media massa, juga foto utama dalam iklan korporasi. Foto itu menggambarkan Habibie mengenakan baju koko warna putih, mengenakan peci hitam, dan menerbangkan pesawat kertas.

Foto tersebut di antaranya tampil di feed akun Instagram Presiden Jokowi dalam bentuk yang sudah dimodifikasi secara digital, hingga foto itu tampak seperti lukisan sketsa. Kemudian gambar sejenis yang berupa sketsa ini muncul di halaman satu Rakyat Merdeka.

Foto serupa dalam bentuk aslinya, muncul juga di halaman satu Harian Jogja, Malang Pos, juga beberapa situs yang berafiliasi grup Tribun. Tak terhitung jumlahnya foto serupa yang diedarkan di akun akun media sosial milik perorangan, lembaga pemerintah, maupun korporasi.

Yang cukup menarik, foto ini juga muncul di akun media sosial Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Sampai saat ini, lembaga tersebut tidak pernah mengecek hak kekayaan intelektual dari karya foto tersebut.

Karena sudah begitu menyebar dan beredar luas, perlu rasanya untuk mengupas siapa pemilik asli foto ini. Saya, termasuk ikut terlibat dalam pembuatan foto Habibie dengan pose menerbangkan pesawat kertas.

Waktu itu, Juni 2016, baru saja saya (Irfan Junaidi, Pemimpin Redaksi Republika) mendapat amanat untuk menjadi pemimpin redaksi Republika. Teman-teman di Republika berinisiatif untuk membuat edisi khusus ulang tahun ke-80 pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonnesia (ICMI) itu yang jatuh pada 25 Juni 2016.

Setelah bersurat dan berkomunikasi dengan asisten pribadi, Habibie, akhirnya Republika berkesempatan untuk bisa wawancara di ruang perpustakaan Ainun Habibie. Sore itu, wawancara berlangsung hangat. Habibie menjelaskan banyak tentang perjalanan hidupnya, juga soal almarhumah Ainun yang sangat dicintainya itu.

Saat berangkat ke kediaman Habibie, fotogtafer Republika, Edwin Dwi Putranto, sudah menyiapkan pesawat kertas. Ide menerbangkan pesawat kertas ini dihasilkannya dari diskusi dengan Wakil Redaktur Pelaksana Republika, Kumara Dewatasari.

Begitu sesi wawancara selesai, tibalah waktunya menjalankan sesi pemotretan. Ide Habibie menerbangkan pesawat kertas pun diwujudkan. Edwin segera menyerahkan pesawat kertas itu untuk diterbangkan Habibie, dan dia memotretnya.

Sesi pemotretan pun berjalan lancar dan kemudian diakhiri foto bersama kami dengan Habibie di ruang yang bernuansa keemasan itu. Sebagian dari kami kemudian juga ber-selfie ria. Habibie sempat menghadiahkan buku kepada sebagian dari kami dan membubuhkan tanda tangan asli di buku yang dihadiahkannya itu.

Tepat di tanggal 25 Juni 2016, terbitlah Republika edisi khusus ulang tahun ke-80 BJ Habibie dengan sampul foto pose Habibie menerbangkan pesawat kertas. Entah bagaimana prosesnya, foto tersebut kemudian muncul di akun Instagram @b.jhabibie yang diposting 18 Agustus 2018.

Kini, foto tersebut beredar meluas bertepatan dengan berpulangnya Habibie. Para pemasang foto itu tidak mencantumkan nama Republika sebagai pemilik karya foto tersebut. Sebagian hanya mencantumkan nama akun Instagram @b.jhabibie sebagai sumbernya.

Di satu sisi, Republika tentu senang karena karyanya bisa dimanfaatkan luas oleh masyarakat. Namun di sisi lain, pantas rasanya jika Republika juga mempertanyakan soal hak-hak yang dimilikinya sebagai pemilik asli foto tersebut.**

Editor: AA Rahman

Terkini

Terpopuler